Singapore : Sorga Wisata

Lokasi Dengan Pemandangan Paling Romantis di Singapura

Pemandangan yang indah dapat menambah percikan dalam sentuhan suasana. Konsep udara terbuka dan keindahan tepi pantai, dikombinasikan dengan masakan yang nikmat, serta anggur yang memabukkan, maka Anda sudah berhasil mendapatkan malam yang indah. Kami terus mengumpulkan daftar tempat romantis di Asia. Kali ini kami menyoroti Singapura serta daftar tempat-tempat yang memiliki pemandangan luar biasa, sempurna untuk makan malam romantis yang sudah lama Anda rencanakan.

1. Jaan

Jaan yang berada di Swissotel The Stamford benar-benar mengagumkan. Suasana keseluruhan restoran didekorasi dengan sempurna, dengan sutra dan linen yang warnanya disesuaikan dengan musim yang ada, dan dengan patung lilin kristal dan perak. Namun di atas semua itu, terdapat pemandangan indah Singapura yang dapat dinikmati dari restoran di lantai 70. Tatanan ruangan itu sederhana dan modern, dan syukurnya makanan di restoran juga sangat mendukung suasana, dengan sajian menu makanan Perancis yang telah memenangkan berbagai piala dan penghargaan. Jika Anda memerlukan bukti mengenai keunggulan yang ditawarkan, berikut beberapa – Jaan dinobatkan sebagai Restoran Terbaik ke 4 di Asia oleh The Miele Guide pada 2009/2010, dan berada di posisi 39 dari daftar S. Pellegrino World’s 50 Best Restaurant List 2010.

2. Sky on 57

Justin Quek, salah satu koki paling ternama di Singapura, kembali ke Singapura untuk membuka sebuah restoran baru, The Sky on 57, di lokasi resort yang baru saja diresmikan Marina Bay Sands. Berada di titik tertinggi di properti itu, Sky on 57 menyajikan gabungan dari makanan Singapura dan Asia menggunakan teknik memasak Perancis klasik dan ditambah gaya presentasi yang telah disempurnakan. Semua itu ditambah lagi dengan pemandangan yang luar biasa dari ketinggian 200m di atas tanah, sudah pasti akan menambahkan percikan romantis dan kemewahan ke acara penting Anda.

3. Salt Grill

Bertengger di atas unit penthouse ION Sky di Orchard Road, terdapat Salt Grill yang merupakan restoran keenam dari kerajaan restoran yang menyebar di seluruh dunia milik koki selebriti Luke Mangan. Menu yang disajikan difokuskan pada makanan modern Australia dan dapat mengejutkan dengan kesederhanaannya, menekankan pada rasa yang ringan dan ‘bersih’ sambil menonjolkan kesegaran dan kualitas. Namun pemandangan yang diberikan juga tidak kalah menariknya, pengunjung disajikan pemandangan wilayah urban Singapura yang luas sambil merasakan kenikmatan rasa Australia.

4. 1-Altitude

Pada ketinggian 282m di atas permukaan laut, 1-Altitude berdiri dengan bangga sebagai bar tertinggi di tempat terbuka di dunia. Berlokasi di dua lantai tertinggi dan atap gedung UOB, bar ini berhasil menempati posisi sebagai salah satu tempat makan malam dan hiburan paling diminati di Singapura. Di lantai 61 terdapat 282 dan City Golf, tempat nongkrong bagi para penggila olahraga. Tepat di atasnya terdapat Stellar, sebuah restoran tempat makan malam yang istimewa, kemudian di bagian atap terdapat 1-Altitude Gallery dan Bar. Pemandangan yang disajikan bar ini sangat memukau, dengan 360 derajat pemandangan kota yang hadir untuk memikat Anda.

5. Ku De Ta Singapore

Ku De Ta adalah sebuah merk di Bali, Indonesia. Restoran dan lounge ekstra nyaman di Seminyak ini berhasil menarik perhatian para pengunjung dengan berbagai latar belakang untuk menikmati minuman saat matahari terbenam, makan malam, dan diikuti pesta sepanjang malam. Kini restoran dengan nama yang sama telah dibuka – Ku De Ta Singapore, mengganti tanah berpasir dengan pemandangan dari lantai atas gedung Sands SkyPark yang dapat membuat mulut ternganga. Ku De Ta Singapore ini terbagi menjadi tiga desain, masing-masing memiliki hal-hal menarik yang mereka tawarkan – Restaurant, Club Lounge, dan Poolside Terrace.

Restoran Singapura dengan Pemandangan Terbaik

Dengan pemandangan Singapura yang sudah banyak berubah, restoran-restoran mengembangkan lokasi mereka, dan membuat tempat di atas atap gedung-gedung pencakar langit, dan bahkan di  tepi laut, yang menawarkan pemandangan tak terkalahkan serta sajian istimewa.

Inilah lima restoran dengan pemandangan luar biasa untuk dinikmati sembari menyantap makanan lezat.

Sky on 57

Restoran dengan dominasi kaca yang terletak di Marina Bay Sands, menghadirkan pemandangan 270 derajat di atas kota Singapura, membentang mulai Sentosa, pusat perekonomian, Marina Bay, hingga ke Johor Baru. Nikmatilah pemandangan ini dari tempat duduk nyaman bernuansa putih dengan teras terbuka berornamen kayu, sebelum kembali ke ruangan untuk menyantap hidangan.

Untuk menu makanannya, Justin Quek meracik hati angsa dengan xia long bao, lobster Maine dengan balutan saus lada hitam serta deretan empat hidangan penutup, termasuk macaroon rasa pandan yang akan langsung meleleh di lidah.

Level 33

Dengan ketinggian 156 meter, Level 33 berada di puncak pusat perekonomian Marina Bay dengan pemandangan tak terkalahkan yang membawa mata kepada seluruh sudut kawasan itu. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan di restoran rersebut berada di teras luar. Namun Anda jangan sampai melewatkan sajian menu yang dihidangkan di atas meja kayu berbalut kulit dengan penempatan mesin pembuat bir seberat delapan ton dari tembaga raksasa  dan pemanas air. Anda harus memesan tempat terlebih dulu sebelum berkunjung ke sini.

Silakan mencicipi makan malam dengan ditemani bir – dengan camilan seperti fish and chips, daging sirloin yang dipotong kotak dengan bawang putih panggang serta wasabi – bersama dengan segelas lager, pale ale, atau stout. Jika Anda menginginkan makanan sehat, ada porcini ravioli atau ekor babi rebus dengan siput. Kemudian jangan lewatkan atmosfer perdesaan dengan mencoba cote de boeuf, daging steik iga sapi usia 120 hari.

Barnacles

Jika mencari restoran yang menyajikan keindahan pemandangan air, tidak ada yang lebih baik dari Barnacles yang terletak di Shangri-La Rasa Sentosa. Restoran itu berada terpisah dari bangunan utama hotel namun bisa ditempuh dengan jalan kaki singkat. Mata Anda akan termanjakan dengan pemandangan ke lepas pantai Laut Cina Selatan. Tiap hari Minggu, meja-meja ditata di luar ruangan dan para tamu bisa menikmati brunch (sarapan sekaligus makan siang) di sana.

Anda bisa memesan berbagai hidangan laut dalam satu piring yang terdiri atas tiram segar yang bisa langsung ditenggak, udang rebus, kepiting jumbo Alaska, remis hitam yang menggiurkan, serta siput. Mereka juga menyediakan sup ikan saus rouille dan rangkaian daging panggang yang terdiri atas tenderloin, daging domba, sosis babi, serta udang jumbo

Clifford

Restoran yang berada di sudut hotel Fullerton Bay sekaligus menghadap langsung ke teluk ini, memanjakan Anda dengan pemandangan ke kantor pabean dan kilau gedung-gedung pencakar langit – termasuk The Sail dan pusat perekonomian Marina Bay – serta semuanya yang berada nun jauh di seberang.

Datanglah di hari Minggu untuk merasakan brunch. Jangan lewatkan tiram yang dilapisi minyak truffle, hati angsa, crêpes suzette, dan menyesap Moët & Chandon sambil menikmati pemandangan gedung-gedung pencakar langit dengan sentuhan arsitektur Marina Bay. Selain itu, Anda pun bisa menikmati keindahan malam sambil menyantap hidangan klasik Perancis seperti steik saus tartar dan iga domba.

iL Cielo

Dengan nuansa kayu berwarna gelap dan kaca, iL Cielo berada di lantai 24, di samping kolam renang sekaligus atap hotel Hilton. Tempat ini menjadi salah satu lokasi paling tenang di Orchard Road. Di sana Anda bisa bersantai menatap gedung-gedung tinggi yang membentang sepanjang Orchard dan menikmati pertemuan romantis. Selain memiliki 32 kursi yang berada di dalam ruangan, Anda memiliki kesempatan  mencoba Prosecco atau hidangan penutup dengan suasana romantis di sisi kolam renang.

Restoran ini menawarkan burrata keju dengan minyak zaitun organik buatan Tuscany yang disajikan dengan tomat ceri serta sayur-sayuran. Mereka pun memiliki daftar menu yang beragam seperti pasta ravioli yang ketika pecah akan mengeluarkan kuning telur cair, ricotta dan bayam, pizza bergaya Roma yang tipis dengan topping daging lobster dan saus telur ikan serta potongan daging rib-eye panggang yang bebas hormon dan zat antibiotik.

Restoran bersejarah

Kari dari India Utara, sup borschyang mengenyangkan, pasta dengan tinta cumi… Berikut ini lima restoran yang membuktikan bahwa mereka bisa bertahan tanpa harus mengikuti tren.Oleh Eve AngPara penikmat makanan di Singapura sering dimanjakan dengan berbagai tren terbaru dalam makanan. Tapi beberapa restoran memilih bertahan dengan kekhasan mereka. Meski tak selalu menguntungkan, tetap saja restoran-restoran ini menyajikan hidangan spesial bagi para pelanggan yang kini sudah beranak-cucu.Beberapa tempat, seperti Shashlik dan Pete’s Place mempertahankan tampilan interior mereka, sementara Gordon Grill dan Ristorante Bologna menambah menu baru dan memperbarui interior demi mengikuti perkembangan zaman.

Shashlik


Tak ada tempat lain di Singapura selain Shashlik yang menyajikan sup borsch gurih.

Sejarahnya: Restoran Rusia pertama di Singapura, Troika, buka di Bras Basah pada 1943. Restoran ini kemudian pindah ke Liat Towers pada 1967. Ketika Troika tutup pada 1986, beberapa bekas staf restoran tersebut — kebanyakan asal Hainan — berkumpul dan mendirikan Shashlik di Far East Shopping Centre. Sekarang, dapur Shashlik sudah dipimpin koki generasi keenam.

Alasan tempat ini masih disukai: “Meski sudah berumur 25 tahun, Shashlik terus menyajikan sup borsch yang autentik. Sajian penutup mulut Baked Alaska mereka juga disajikan dengan atraksi api, langsung di depan Anda,” kata Anthony Ang, seorang pekerja TI yang teratur makan di tempat itu.

“Dan pastinya, salah satu pemilik Shashlik, Paman Tan yang berusia 81 tahun masih turun sendiri dan mengawasi restoran.”

Menu pilihan: Semangkuk sup borsch dengan sesendok krim kocok di atasnya, diikuti dengan hidangan Fish En Papillotte yang lembut. Untuk nostalgia, tutup hidangan dengan Baked Alaska.

Gordon Grill


Awali dengan carpaccio daging wagyu yang lezat.

Sejarahnya: Restoran grill pertama di Singapura buka pada 1963 dengan nama Gordon Room di Goodwood Park Hotel. Inilah restoran pertama yang menawarkan daging sapi Black Angus.

Pada 1965, restoran ini kemudian pindah ke lokasi yang sekarang dan berganti nama jadi Gordon Grill. Pada 2004, Gordon Grill direnovasi besar-besaran untuk membawa nuansa kontemporer pada interiornya lewat warna-warna netral.

Alasan tempat ini masih disukai: Sekitar 70 persen pengunjung ingin menikmati potongan daging istimewa dari koki Gan Swee Lai, yang sudah bekerja di sini selama 10 tahun.

“Salah satu godaan besar di restoran ini adalah kereta daging, berbagai potongan steak premium akan diperlihatkan ke para tamu, dipotong lalu ditimbang di meja tamu,” kata Patricia Law, 43, yang sudah makan di Gordon Grill sejak masih kecil.

“Kereta dorongan daging di sini sangat unik, dan dipakai sejak akhir 1970-an.”

Menu pilihan: Pilih potongan daging paling populer dari kereta dorongan seperti wagyu USDA Gold Grade Snake River Farm atau US Black Angus. Makan malam six-course (s$108), yang terdiri dari enam tahapan, adalah demonstrasi yang mewakili kemampuan memasak Chef Gan dalam memasak daging dan bukan daging.

Restaurant Bologna


Pasta tinta cumi khas restoran Bologna.

Sejarahnya: Restoran Bologna mengkhususkan pada fine dining masakan Italia. Restoran ini berdiri pada 1987, bersamaan dengan pembuatan hotel Marina Mandarin. Pada 2005, Bologna direnovasi, berbarengan dengan hotel.

Alasan tempat ini masih disukai: Setelah renovasi pada 2005, restoran Bologna tampil sebagai restoran berinterior modern dan terbuka, penuh dengan jendela kaca dan bar yang berisi minuman lengkap.

Dengan interior yang baru, restoran ini tak terlihat seperti berusia 24 tahun. Tetapi menu mereka masih tetap menyajikan hidangan Italia klasik karya koki Carlo Marengon. Mereka memakai rempah dedaunan segar, yang dipetik langsung dari kebun rempah di dekat restoran.

Menu pilihan: Awali dengan capresse dengan daun basil dan minyak zaitun murni, lanjutkan dengan udang (scampi) bakar yang diimpor langsung dari Italia, ikan cod serta kerang mussel. Hidangan berikutnya adalah Tortelli Porcini. Tutup makan malam dengan tiramisu yang dibuat langsung.

Pete’s Place


Terletak di Grand Hyatt Singapura, Pete’s Place adalah salah satu harta karun sajian kuliner di Singapura.

Sejarahnya: Tembok bata merah, taplak meja kotak-kotak merah dan lantai ubin merah adalah tampilan awal Pete’s Place ketika baru buka di basement Grand Hyatt.

Kini, Pete’s Place tetap mempertahankan suasana yang sama seperti saat buka pada 1971. Buffet sup dan saladnya tetap menjadi favorit, terutama minestrone dan sup jamur.

Alfa Lu, “kapten” yang bergabung ke Pete’s Place pada 1973, merasa restoran ini “seolah terperangkap dalam mesin waktu yang indah.”

Alasan tempat ini masih disukai: “Kualitas makanan tempat ini selalu terjaga baik dan para stafnya seperti teman lama saya,” kata GM Lau, pelanggan yang sudah datang ke tempat ini selama 30 tahun. “Anak-anak saya seperti tumbuh besar dengan restoran ini.”

Menu pilihan: Awali dengan buffet sup dan salad sebelum berlanjut ke pasta segar khas buatan mereka seperti Spaghetti Cioppino dengan udang dan kerang, dan lobster bercangkang di atasnya.

Tiffin Room


Kari yang disajikan dengan elegan di Tiffin Room.

Sejarahnya: Awalnya pada 1890-an, kakak beradik Sarkies (pendiri Hotel Raffles) membuat restoran kari bernama Tiffin. Tapi baru pada 1899 restoran yang menyajikan menu kari ini pindah ke Hotel Raffles. Pada 1976, restoran ini resmi bernama Tiffin Room, tapi buffet kari India Utara baru berjalan setelah Hotel Raffles diperbarui pada 1989.

Alasan tempat ini masih disukai: Dengan koki asal India, Kuldeep Negi, dan ahli anggur Dheeraj Bhatia yang mengurusi daftar panjang wine, Tiffin Room cukup layak menjadi restoran India terbaik di Singapura.

Menu pilihan: Papadum dengan cabai, celupan yoghurt berkrim dan asam, udang ala Goa dengan kari santan dan asam jawa, ayam mentega dan makanan penutup vermicelli“kuah” susu.Pilihan lain yang lebih mewah (seperti maharaja India dalam masa penjajahan Inggris) adalah naan bertabur bawang putih dengan kari domba cincang serta raan (domba panggang bumbu tandoor) dengan saus mint disajikan oleh staf pelayan berjaket putih.

Marina Bay, Tongkrongan Mewah Singapura

Tongkrongan di Singapura, meski luas wilayahnya mungil, terus bertambah terutama di daerah Marina Bay. Keluar dari stasiun MRT Raffles Place, saya menyusuri Esplanade (lumayan jauh berjalan kaki tapi menyenangkan sebab bebas debu).Saya berhenti sejenak di patung Merlion baru yang terletak di One Fullerton. Dari Esplanade, saya melanjutkan ke Helix Bridge dan stadion Youth Olympic Park — tempat pertandingan Youth Olympic Games.

Arsitektur Helix Bridge, jembatan sepanjang 280 meter, memang keren banget. Bentuk spiral dan warna metalik jembatan memberi kesan futuristis. Lampu-lampu kecil yang mulai menyala memberi kesan megah. Pemandangan sepanjang menyusuri jembatan yang menghubungkan Esplanade dan The Shoppes Marina Bay ini juga keren.Di sebelah kiri ada Singapore Eye yang kokoh. Pemandangan di kanan? Jejeran gedung perkantoran menjulang tinggi dengan arsitektur modern dan unik, ditambah patung Merlion dan dua kubah durian metalik Esplanade. Plus, teluk yang tenang.

Menikmati pemandangan seperti itu jadi satu kemewahan. Perasaan jadi sangat relaks, sambil menikmati hembusan angin semilir.

Di depan mal The Shoppes, tersedia tempat luas untuk pejalan kaki menikmati pemandangan. Beberapa orang memanfaatkannya sebagai tempat anjing mereka berjalan-jalan atau joging sore. Masih satu bagian dengan Marina Bay Sands, terdapat Art Science Museum yang desain gedungnya menyerupai bunga teratai.

Puas menikmati pemandangan, saya masuk ke The Shoppes untuk cuci mata. Jajaran butik mewah membuat dompet saya takut. Hanya harga-harga makanan di pujasera Makansutra yang terjangkau kantong (meski harganya rata-rata lebih mahal S$ 1-2 dari pujasera lain).

Berhubung masih banyak butik dan toko yang belum buka, saya mengunjungi kasino di The Shoppes, yang disebut-sebut sebagai kasino paling mewah di Asia. Meja-meja permainan kartu begitu mewah, begitu juga mesin-mesin jackpot-nya. Sepertinya kebanyakan kasino, larangan memotret terlihat dimana-mana. Padahal, mesin slot dan meja judinya terlihat megah jika dilihat dari atas. Turis yang hendak masuk kasino harus menunjukkan paspor.

Setelah puas berkeliling, saya buru-buru keluar dari kawasan The Shoppes untuk menyeberang menuju Hotel Marina Bay Sands. Saya penasaran dengan kolam renangnya yang terletak di lantai 57, lantai paling tinggi di hotel itu.

Tinggi hotel ini mungkin masih kalah tinggi dengan Stamford Swiss Hotel yang mencapai 66 lantai, di seberang teluk. Tapi, memang pemandangan Singapura dari kolam renang Infinity Pool amat menakjubkan. Begitu keluar dari lift, melihat hamparan kolam dan langit, saya langsung berdecak kagum. Jejeran pohoh palem bikin pemandangan indah. Saya langsung selonjoran dengan nyaman di bangku panjang di pinggir kolam.

Hotel ini terdiri dari tiga menara dan diatasnya disambungkan oleh teras seluas satu hektar yang disebut Sky Park. Selain kolam renang, ada restoran The Sky atau klub malam tetapi bisa juga jadi tempat nongkrong seru di siang hari: Ku De Ta. Jika hanya ingin melihat-lihat, kita bisa langsung terus ke bagian lapangan luar yang ditopang oleh menara tiga. Jika berdiri di ujung, serasa seperti Kate Winslet dan Leo DiCaprio di salah satu adegan “Titanic”.

Sebagai teman menikmati pemandangan, saya memesan minuman Singapore Sling. Dalam hati saya berujar, “Saya memang tidak mampu menginap di hotel ini, tapi setidaknya sudah merasakan keindahan kolam renang dan minumannya.”

eeee…mmmmmmmmmmmmm…singgah sebentar di

Marlion Park

Universal Studios di Singapura bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang memesona.

Dengan harga S$ 66 (sekitar Rp 457 ribu) untuk hari kerja dan S$ 72 untuk akhir pekan dan hari libur, tiket Universal Studios bisa dibeli langsung di loket atau lewat Internet. Saya membeli tiket lewat Internet untuk mengantisipasi kehabisan kuota, karena jumlah pengunjung per hari memang dibatasi.

Hal pertama yang saya lakukan ketika di sana adalah berfoto-foto di depan bola dunia raksasa di depan gerbang. Setelah itu, berlanjut ke kawasan pertama: Hollywood — yang tentu saja lengkap dengan tulisan “Hollywood” berwarna putih. Saat menyusuri kawasan ini, berbagai suvenir yang imut dan keren sangat menggoda. Sayangnya, super mahal!


Bola Universal yang akan menyambut pengunjung.

Sepanjang jalan disulap menyerupai Hollywood Boulevard di LA, lengkap dengan lampu jalan klasik, pohon-pohon palem dan jalan setapak penuh bintang “Walk of Fame”. Ada juga replika Pantages Theater.

Tidak sampai seratus meter, suasana jalan sudah berubah, sebagai pertanda pengunjung memasuki kawasan New York. Musik, lampu dan desain bangunan pun berganti. Kali ini warna bangunan lebih gelap. Terdengar alunan musik jazz dan terkadang, asap mengepul dari bawah.

Di sebelah kiri jalan, terdapat gedung bernama LIGHTS! CAMERA! ACTION!. Di dalamnya, kita bisa menyaksikan jalannya produksi sebuah film — lengkap dengan adegan dramatis dan efek khusus. Bagi saya, gedung ini sangat keren bagi para peminat film karena menghibur sekaligus bahan referensi yang bagus. Apalagi, Steven Spielberg yang jadi pemandunya.

Atraksi terbesar di kawasan Sci-Fi adalah Battlestar Galactica. Ini adalah dua roller coaster yang memiliki rute berlawanan arah. Kita bisa memilih naik kereta Battlestar Human atau Cyclon. Di titik tertinggi rel, dua roller coster ini akan saling berhadapan seolah-olah akan bertabrakan meski cuma beberapa detik. Sangat mendebarkan jantung.


Salah satu rollercoaster di Universal Studios, Singapura

Selain Battlestar, Universal Studios menawarkan banyak pilihan roller coaster di kawasan lain misalnya Ancient Egypt. Roller coaster di kawasan yang dekorasinya mengundang decak kagum ini bernama Revenge of the Mummy. Pengunjung diajak berputar-putar di ruang super gelap sehingga tidak tahu kejutan apa yang akan muncul di depan mata. Mirip permainan Space Mountain di Disneyland Hong Kong.

Jika sudah lelah, kita bisa mengaso sebentar di pusat makanan Discovery di kawasan Lost World. Dengan patung dua dinosaurus beserta beberapa telur di antara air mancur, makan siang di sini terasa seperti makan siang di sarang dinosaurus.

Sama halnya seperti di Dunia Fantasi atau taman hiburan di negara lain, harga makanan dan minumannya pun mahal, sekitar S$10. Tapi berhubung perut super keroncongan, saya lupa berhitung dan langsung memesan.

Permainan di kawasan Lost World terbagi dua, yakni di taman Jurassic Park dan Water World. Anda bisa mencoba Canopy Flyer (yang mirip Ontang-Anting di Dunia Fantasi) dan berputar mengelilingi kawasan Lost World.


Kawasan Mesir Kuno di Universal Studios, Singapura.

Ada pula Dino-Soarin, Jurassic Park Rapids Adventure dan WaterWorld. Semua gratis. Tetapi jika ingin panjat tebing di Amber Rock Climb, Anda harus membayar biaya tambahan S$ 10.

Jika tidak mau berbasah-basah, Anda sebaiknya menghindari permainan Jurassic Park Rapids Adventure dan sebagai gantinya, menonton atraksi stunt seru di WaterWorld. Diadakan tiga kali sehari (12.00, 14.00, 16.30 waktu setempat), atraksi ini menampilkan adegan-adegan berbahaya yang seolah menyerap kita dalam kobaran api dan tumpahan air.

Sementara itu, di kawasan paling populer Far Far Away, kita bisa mengejar pertunjukan Donkey Live di istana Shrek, serta film Shrek 4D Adventure. Berbeda dengan kawasan lainnya, dua atraksi di kawasan Far Far Away ini tidak berbentuk permainan yang membutuhkan energi ekstra. Kita hanya tinggal duduk dan menonton di ruang berpendingin udara. Tempat lain untuk mengaso sejenak.

Kawasan terakhir yang saya kunjungi adalah Madagascar, tempat rumah Shrek. Atraksi di kawasan ini lagi-lagi roller coaster — yang bernama Enchanted Airways. Bedanya, roller coaster yang ini tidak bikin jantung berdebar.

Satu hal yang wajib dilakukan saat Anda berkunjung ke Universal Studios Singapura adalah berfoto bareng karakter-karakter film seperti Puss In Boots, empat karakter di Madagascar — Alex, Marty, Melman dan Gloria — dan karakter paling culun tapi super kawaii Kungfu Panda.

Dan tentunya, sebelum pulang, sempatkanlah berkeliling toko cendera mata yang imut dan keren di kawasan Hollywood untuk mencari oleh-oleh.

Tempat Belanja Murah

Bukan rahasia lagi kalau salah satu tujuan wisata ke Singapura adalah untuk berbelanja. Di mana saja tempat belanja yang tak menguras kantong?

Singapura memang menjadi salah satu tujuan belanja luar negeri favorit penyuka belanja Indonesia. Ada yang mengincar merek mahal seperti Louis Vuitton, Prada, Balenciaga, dan lainnya. Ada juga mengincar merek-merek kasual yang belum beredar di Indonesia seperti H&M, Uniqlo, atau Cotton On. Nah, banyak juga yang hanya mengincar belanja produk mode dengan harga miring namun berkualitas bagus.


Pemandangan Singapura pada malam hari

Pertanyaan paling sering yang saya dapat adalah, di mana belanja murah di Singapura? Tentunya banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut. Apa barang yang diincar, seberapa definisi murah, dan jenis barang apa yang dicari. Nah secara umum, sekali lagi..secara umum, inilah beberapa tempat belanja yang cukup terjangkau di Singapura untuk kategori produk mode.

City Plaza

Belum banyak turis Indonesia yang familiar dengan tempat ini. Memang dibanding dengan pertokoan di Orchard yang glamor, City Plaza merupakan gedung tua yang berada di luar kawasan pusat belanja. City Plaza mudah dicapai dari MRT Paya Lebar, kira-kira 5 menit berjalan kaki.

Penampakan luar gedung ini memang tidak mengisyaratkan sebagai tempat belanja fashion. Tapi begitu memasuki gedungnya, Anda akan disambut dengan deretan toko-toko pakaian dengan harga miring. Rata-rata toko di sini merupakan pusat grosir untuk pedagang lokal. Baju-baju yang umumnya asal Cina, Korea, atau Bangkok dijual mulai dari 8 SGD.

Jika rajin menelusuri sampai ke sudut-sudut maka Anda akan menemukan beberapa toko dengan merek unik yang menjual produk menarik. Hampir semua toko memiliki rak khusus diskon yang menawarkan atasan dengan harga mulai 10 SGD atau blazer dan dress dengan harga mulai 15 SGD. Kuncinya adalah, rajin menjelajah.

Bugis Street

Tempat ini tentunya cukup terkenal di kalangan turis. Jalanan yang dipenuhi dengan berbagai benda mode, suvenir, sampai penjual makanan ini berada dekat dengan MRT Bugis. Atasan rata-rata dijual seharga 10 SGD, begitu juga dengan jam tangan. Pastikan memeriksa kualitas barang yang Anda pilih sebelum memutuskan untuk membeli. Benda yang dijual memang rata-rata memiliki kemiripan satu sama lain. Namun tetap ada beberapa toko yang unik yang patut dikunjungi.

Outlet Mal

Untuk yang menyukai fashion items bermerek tapi berbudget tipis, bisa mengunjungi outlet store yang ada di beberapa mal. Anchorpoint Mall dan IMM Mall merupakan dua mal yang terkenal dipenuhi dengan berbagai outlet bermerek.

Anchorpoint Mall yang berada di area Queenstown terletak persis di seberang Ikea Alexandra. Mal yang tergolong mungil ini menyimpan beberapa toko outlet seperti Charles & Keith, Pedro, Cotton On, G2000, Giordano, Cotton On Kids, dan Fox.

Sedangkan IMM Mall yang berlokasi di Jurong East memiliki 13 outlet dari berbagai brand. Ada shuttle khusus yang akan membawa Anda ke IMM Mall dari Jurong East MRT. Beberapa outlet yang berada di mal ini antara lain Timberland, Esprit, Cotton On, Cotton On Kids, G2000, Bossini, Giordano, Samsonite, New Balance, dan beberapa branded outlet lainnya.

Berbelanja di toko outlet memang bisa banyak menghemat. Misalnya saja, gaun Cotton On yang dibandrol 25 SGD di Orchard bisa didapatkan hanya dengan 10SGD di toko outlet-nya. Tapi namanya juga outlet, persediaan barangnya untuk model dan ukuran yang dikehendaki tentu tak selengkap toko biasa.

Far East Plaza

Far East Plaza berlokasi masih di sekitar keramaian Orchard Road. Far East Plaza terletak di sebelah Grand Hyatt hotel. Benda yang dijual kurang lebih mirip dengan Bugis Street. Tapi ada beberapa toko sepatu yang cukup bagus dan berharga miring di Far East Plaza. Selain itu, butik-butik berlabel khusus juga bisa dijadikan pilihan. Rata-rata harga pakaian dimulai dari 10 SGD.

Expo & Bazar

Hampir setiap pekan ada bazar yang seru di Singapore Expo. Pusat pameran dan seminar di Singapura ini merupakan salah satu alternatif hunting barang murah jika sedang ada jadwal bazar.

Pusat perbelanjaan terkemuka di Singapura seperti Metro, Robinson, dan John Little, sering menggelar bazar diskon besar-besaran di sini. Di Expo sale ini hampir semua benda yang dijual di pusat perbelanjaan tersebut seperti pakaian dewasa, anak-anak, peralatan dapur, seprai, kosmetik, sampai makanan bisa turun harga sampai 80%.

Selain itu sering juga digelar expo produk bayi, elektronik, atau diskon barang bermerek yang menawarkan potongan harga besar. Karena terletak di ruang pameran yang luas, suasana belanja ala bazar menjadi semakin terasa. Sebelum menuju ke Singapore Expo, cek dulu jadwal pameran yang sedang berlangsung di situs resminya http://www.singaporeexpo.com.sg.

Beberapa pusat perbelanjaan juga seringkali mempunyai atau sedang menggelar area khusus bazar diskon. Takashimaya misalnya, pusat perbelanjaan yang terletak di Ngee Ann Plaza, Orchard Road ini sering menggelar bazar tematik di function area basement 2.

Rata-rata pusat perbelanjaan di Singapura memiliki situs yang cukup sering diperbarui. Jadi jangan ragu untuk melihat-lihat situs mereka sebelum berburu, siapa tahu sedang ada penawaran spesial.

Tekka Mall

Terakhir, untuk yang memiliki ketertarikan pada baju etnik, atau baju muslim beraksen India, bisa mengunjungi Tekka Mall.

Jangan membayangkan mal yang berada di atas MRT Little India ini adalah mal mewah seperti di Orchard Road. Tekka Mall merupakan pusat perbelanjaan sejenis ‘pasar’ yang berada di daerah Little India.

Di bagian bawah terdapat tempat makan dan pasar basah, sedangkan di bagian atas berisi deretan toko pakaian yang rata-rata bernuansa India. Baju lengan panjang etnik pernah saya dapatkan hanya dengan 3SGD, sedangkan rata-rata baju atasan etnik yang dijual di sini dibandrol mulai 6 & 10 SGD. Untuk setelan India lengkap bisa didapat mulai 20 SGD sampai tak terhingga tergantung kualitas dan desain yang Anda pilih.

Hotel

Baik kalangan pejalan bisnis maupun turis kini memiliki tujuan baru untuk menginap di Singapura. Hotel Singapore Bay akan menjadi gerbang baru Pulau Sentosa pada September 2011 ini.Terletak di lokasi utama yang menghadap Sentosa, hotel ini terletak sangat dekat dengan Resorts World Sentosa Casino, Universal Studios, dan Tanjong Beach Club, serta sangat dekat dengan Mount Faber.”Bay Hotel akan memuaskan pejalan yang suka petualangan dan hal-hal unik,” kata General Manager Philip Cyril Raj. “Kami harap dengan kamar-kamar yang dilengkapi kenyamanan modern, restauran serta pelayanan mewah, Bay Hotel akan sesuai bagi turis-turis yang ingin menikmati Sentosa.”Hotel berlantai 11 ini memiliki fasad yang terinspirasi oleh berlian, masing-masing dari 333 kamar yang tersedia di sini menghadap teluk, memberi pemandangan Sentosa atau hutan Mount Faber. Kamarnya terdiri dari 42 standar, 278 deluks, 7 kamar eksekutif, dan 6 suite.

Posisi hotel ada di sepanjang jalan utama Telok Blangah, hanya beberapa menit dari CBD dan jalur bisnis Alexandra, ideal untuk pebisnis. R&R terletak tepat di seberang jalan, megamal VivoCity pun ada di samping jalur penghubung transportasi Harbourfront.

Jika Anda ingin tak terlalu jauh untuk pilihan makanan, Bay Hotel memiliki tiga restoran, termasuk Rumah Rasa, menyajikan makanan Indonesia yang halal sekaligus sarapan dan hidangan Eropa.

Perlengkapan hotel termasuk: kolam renang, gym, layanan bisnis, layanan pengasuh anak, bebas sewa pemutar DVD, X-Box, PlayStation, dan Wii.

Sumber Yahoo

This entry was posted in Jalan jalan and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Singapore : Sorga Wisata

  1. Jesse says:

    Do you want unlimited articles for your site ? I’m sure you
    spend a lot of time posting articles, but you can save it for
    other tasks, just search in google: kelombur’s favorite tool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s